Apakah Anda Stres ?

Siapa yang tidak pernah mengalami stres?

stressNampaknya semua orang pernah mengalaminya, mulai dari stres ringan hingga berat. Misalnya ketika menghadapi banyaknya PR/tugas yang menumpuk, mengalami kegagalan, kehilangan, ketika sakit, ketika tujuan tidak tercapai, hingga menghadapi tantangan hidup yang berat. Apalagi menghadapi situasi dan kondisi yang saat ini terjadi, pandemi covid-19 membuat banyak perubahan dalam hidup sehari-hari. Mulai dari pembatasan aktivitas sosial, bekerja dari rumah, sekolah dari rumah maupun berita-berita yang mencekam sehingga mudah membuat kita merasa cemas dan takut. Ketidakpastian akan batas waktu kapan semua ini akan berangsur pulih, menambah rasa khawatir dan dapat menimbulkan stres tertentu.

stress parentingSumber stres memang dapat berasal dari diri sendiri maupun lingkungan. Misalnya saja kondisi School From Home (Sekolah Dari Rumah) yang dapat menimbulkan situasi penuh stres bagi orangtua, misalnya bagaimana membuat anak bisa tenang dan mengikuti pembelajaran dengan baik. Ditambah lagi dengan adanya pengumpulan tugas sekolah anak dan lain-lain yang juga pasti membagi fokus orangtua. Sumber stres dapat bertambah bagi Orangtua yang juga harus bekerja. Bekerja dari rumah juga bukan tanpa tantangan. Bagi sebagian orang lain, pembatasan aktivitas sosial juga tidak mudah. Pada sisi lain, penurunan tekanan kerja yang drastis, minimnya target yang harus dikejar, terlalu banyak waktu luang, bukan tidak mungkin juga dapat menjadi stres tersendiri. Kita mudah menjadi stres dan tertekan dengan penyesuaian-penyesuaian baru yang harus dilakukan.

Tekanan hidup yang berkenaan dengan pandemi Covid-19 membuat tiap orang memberi respon yang berbeda, namun sebagian besar masyarakat akan mulai dari zona rasa takut. Tekanan atau stres sendiri tidak selalu buruk, karena dalam tingkat tertentu (optimum stress) justru dapat membuat seseorang menjadi lebih produktif dan bersemangat daripada tidak ada tekanan sama sekali. Dengan demikian, pada situasi saat ini penting bagi kita untuk mengelola stres kita agar dapat berdampak positif dan tetap membuat kita produktif sehari-hari.

Stres terkait erat dengan fungsi kognitif seseorang, yaitu pada proses berpikir. Keberadaan stres dapat mempengaruhi seseorang dalam mengambil kesimpulan, menganalisa maupun bertindak. Kadangkala saat kita menghadapi stres, kita tidak dapat berpikir dengan jernih.

Bagaimana kita mengelola stres kita terhadap situasi saat ini?

Dalam penjelasan mengenai Cognitive Triangle (2006), disampaikan bahwa pikiran, emosi dan perilaku saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain. Pemikiran negatif terhadap suatu hal, akan mempengaruhi perasaan Anda terhadap hal tersebut dan memicu perilaku tertentu terhadapnya.

Sebuah kegagalan yang Anda anggap negatif, dapat memicu Anda menjadi down, bahkan merasa diri tidak berharga. Respon berikutnya, Anda mungkin akan mengurung diri dan enggan bertemu dengan orang lain. Memiliki kendali atas pikiran kita dapat membuat hidup lebih bahagia dan mengurangi stres, lebih siap menghadapi masalah dan menentukan tujuan lebih jernih. Dengan mengendalikan pemikiran kita terhadap sesuatu hal, yang mana hal yang pertama dan lebih mudah bagi Anda untuk dicoba, membantu Anda melalui stres dan positif dalam hidup sehari-hari.

Bagaimana mengendalikan pikiran?

Berikut adalah hal yang dapat dilakukan ketika Anda berada dalam situasi yang memicu stres:

  1. Tetaplah tenang dan tarik nafas dalam-dalam.
  2. Buat daftar tentang pikiran-pikiran apa saja yang membuat Anda stres. Catat semua pemikiran-pemikiran yang dianggap mengganggu Anda dalam melakukan kegiatan sehari-hari maupun yang menjadi pemicu kekuatiran Anda sepanjang hari.

illostressCV

  1. Cari tempat untuk duduk maupun berbaring di sebuah ruangan yang membuat Anda bisa santai dan tidak terganggu. Tutup mata Anda dan fokus pada pemikiran-pemikiran itu.
  2. Lihat kembali catatan pemikiran-pemikiran negatif Anda, kaji dan lihat fakta konkret terhadapnya, lalu tambahkan pada catatan kajian Anda.
  3. Hentikan pemikiran yang dianggap tidak rasional, ucapkan “Stop” kepada diri sendiri, dan katakan hal yang positif terhadap diri sendiri.
  4. Lanjutkan dengan membuat kalimat positif dari tulisan pemikiran-pemikiran yang negatif.
  5. Semangati diri Anda sendiri, temukan perkataan positif yang bisa Anda dapatkan dari berbagai sumber berkenaan dengan situasi yang sedang Anda hadapi.
  6. Apabila belum berhasil, cari bantuan untuk mendiskusikannya dengan orang lain maupun bantuan profesional seperti Psikolog.

Apabila Anda membutuhkan konseling dengan Psikolog, Kayross Psikologi Utama memberikan jasa konseling online dengan mendaftar ke nomor 0813 1527 3509. Miliki kendali atas pemikiran Anda sendiri dan ayo hadapi stres dengan bahagia.

(By: Ellia Feeber, M. Psi., Psikolog)

Sumber:

  1. https://www.intechopen.com/books/health-and-academic-achievement/stress-and-cognition-psychological-basis-and-support-resources
  2. Taylor, Shelley E.(2006). Stress and coping: Health Psychology.NY: McGraw Hill Intl Edition.
  3. https://id.wikihow.com/Mengendalikan-Pikiran
  4. https://www.uwhealth.org/health/topic/actionset/stop-negatif-thoughts-getting-started/uf9938.html