Berapa Gaji yang Bisa Saya Dapatkan?

Setelah lulus kuliah, umumnya para fresh graduate akan mulai mencari pekerjaan sebagai karyawan. Hal menarik yang sering dibicarakan di kalangan mereka adalah, Berapa kisaran gaji yang bisa didapatkan?. Informasi bisa didapatkan dari teman-teman seangkatan, dari kakak alumni, dari career centre di kampus, dari kenalan orangtua, dari internet, dsb. Masalahnya, angka gaji ini sangatlah bervariasi. Ada lulusan S1 yang ditawarkan gaji per bulan sebesar 4 juta, 5 juta, 8 juta, 10 juta, bahkan di atas 10 juta rupiah.

Kita perlu memahami dulu istilah Kompensasi dan Benefit (KomBen) yang diberikan oleh setiap perusahaan kepada karyawan. Kompensasi adalah imbalan yang diberikan perusahaan kepada karyawan sebagai balas jasa dari pekerjaan yang mereka lakukan, dan dinilai dengan uang. Kompensasi inilah yang biasanya disebut dengan gaji/upah. Sedangkan Benefit adalah keuntungan lain yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan, dapat berupa uang (tunjangan, insentif, bonus, dsb.) atau material (seragam kerja, makan siang, handphone, laptop, mobil, dsb.) maupun fasilitas lain (kendaraan dinas, beasiswa, asuransi, liburan, program pensiun, dsb).

Oleh karena itu, para (calon) karyawan perlu mempertimbangkan keseluruhan Kompensasi dan Benefit yang akan diterimanya, bukan hanya mempertimbangkan gaji semata. Bisa saja gaji yang ditawarkan besar, tapi tidak ada benefit lain yang ditawarkan. Sementara ada perusahaan yang memberikan gaji tidak terlalu besar, namun benefit yang ditawarkan memiliki nilai lebih besar dibandingkan gajinya. Pikirkan juga uang yang harus kita keluarkan dalam rangka bekerja tersebut.

compensation

Bayangkan saja jika gaji yang diberikan 5 juta rupiah per bulan, tetapi biaya untuk membeli baju kerja, makan siang, dan transportasi besarnya 3 juta rupiah per bulan. Kita hanya mendapatkan 2 juta rupiah per bulan dari pekerjaan tersebut. Sedangkan ada perusahaan yang menawarkan gaji 4 juta rupiah per bulan, tetapi ada benefit seperti memberikan seragam kerja, makan siang dan kendaraan dinas. Kita bisa mendapatkan 4 juta rupiah tersebut secara utuh. Mana yang lebih menguntungkan? Artinya, perbandingan gaji belum tentu sesuai dengan perbandingan pendapatan. Dalam hal ini lah biasanya pihak perusahaan berlomba-lomba memberikan benefit yang menarik untuk bisa mencari karyawan yang terbaik.

Employee Benefits Concept. The meeting at the white office table.

Jenis pekerjaan juga memengaruhi perhitungan gaji. Karyawan di bidang penjualan (marketing/sales), umumnya mendapatkan gaji yang tidak terlalu besar, namun bisa mendapatkan insentif atau bonus bulanan yang sangat besar tergantung dari pencapaian target. Sedangkan karyawan di bidang administrasi kantor atau di pabrik, umumnya tidak mendapatkan insentif atau bonus bulanan. Sehingga walau gaji bagian administrasi lebih besar dari bagian penjualan, namun pendapatan per bulan nya bisa jadi lebih kecil.

Ada juga faktor lain seperti jenis dan skala perusahaan, sistem kompensasi dan benefit perusahaan, jenjang karier, dsb. Biasanya perusahaan skala kecil akan memberikan gaji awal yang lebih besar, karena kemungkinan pengembangan karier dan peningkatkan gaji di kemudian hari relatif kecil. Sebaliknya, perusahaan skala besar bisa saja menawarkan gaji awal yang lebih kecil, namun kemungkinan pengembangkan karir dan peningkatan gaji di kemudian hari relatif besar. Ada perusahaan yang memberikan kenaikan gaji setahun 2 kali, bonus tahunan 3-5 kali gaji pokok, dan keuntungan-keuntungan lain yang tidak secara langsung terlihat di gaji bulanan, padahal memberikan dampak signifikan bagi pendapatan karyawan dalam jangka panjang.

Jadi, “Berapa gaji yang bisa saya dapatkan?” Pertanyaan tersebut perlu diubah menjadi Apa yang bisa saya dapatkan?, karena kita bisa mendapatkan banyak hal dalam bekerja. Tidak semata-mata diukur dari gaji, namun juga berbagai benefit, pengembangan karakter-kompetensi-karier, pengalaman dan kesempatan memperluas jaringan, dsb. Jadi, jangan hanya membanding-bandingkan gaji ya. Lihatlah juga benefit lain di luar gaji yang bisa kita dapatkan dari pekerjaan kita.

(By : Diana M. Sani, M. Psi.)

Advertisements