Sukses Dengan Start-Up Company

Sejak tahun 2000 kita memasuki dunia yang disebut dengan era Milenium, sehingga zaman ini banyak sekali perkembangan yang menggunakan nama Milenium atau Milenial. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan milenial? Mengapa saat ini banyak lapangan pekerjaan yang didominasi dengan “anak-anak milenial”? Tidak hanya sampai disitu, perkembangan dunia bisnis saat ini banyak sekali didominasi dengan perusahaan start-up yang banyak kita kenal sebagai perusahaan yang dibangun oleh individu generasi milenial.

Generasi lain pun dapat menjadi sukses seperti generasi milenial ini dalam dunia perkembangan bisnis dengan start-up company, asal mengetahui kunci suksesnya. Sebelum mengetahui kunci suksesnya, mari kita kenali lebih dalam karakteristik generasi milenial terlebih dahulu.

Apa yang dimaksud dengan generasi Milenial?

Generasi milenial adalah individu yang saat ini berusia 18 hingga 35 tahun dan terbiasa hidup dalam dunia elektronik, digital dan media online. Generasi millenial ini, biasanya disebut juga dengan generasi Y, adalah generasi yang tumbuh dengan banyaknya informasi dan komunikasi melalui dunia online. Oleh sebab itu, interaksi sosial yang dilakukan dalam kesehariannya banyak menggunakan media elektronik dan digital.

Bagaimana karakteristik kerja generasi milenial?

Karakteristik kerja generasi ini tentunya identik dengan penggunaan teknologi. Kemudahan mengakses banyak informasi yang berada di sekitarnya, membuat mereka merasa bebas berekspresi, mandiri, berani menyatakan pendapatnya, ingin mendapatkan penghargaan yang sesuai dengan apa yang telah mereka berikan. Generasi milenial ingin hidup yang berkualitas dalam hal waktu. Mereka sangat dinamis, terbuka dan berkemauan kuat untuk mengembangkan diri. Namun, kelemahan yang dimiliki generasi ini adalah sulit untuk bekerja dengan loyalitas dan bertahan dalam pekerjaan yang sifatnya rutinitas atau monoton. Mereka lebih menyukai atmosfir kerja yang menyenangkan, sehingga mereka dapat cepat merasa bosan bila tidak ada hal baru yang dapat mengembangkan kemampuan mereka dalam bekerja. Umumnya mereka mudah untuk berpindah-pindah dari pekerjaan satu ke tempat kerja lainnya, sampai menemukan lingkungan kerja yang sesuai dengan karakteristik mereka yang dinamis.

Karakteristik startup

Apa yang dimaksud dengan start-up company?

Start-Up Company atau bisnis start-up sendiri merupakan perusahaan baru yang bergerak di bidang teknologi, khususnya teknologi informasi, menurut Andrew Wang (Chief Operating Officer Tech In Asia) dalam artikel tempo. Selain itu, beberapa karakter umum start-up company adalah memiliki pegawai kurang dari 20 orang, pendapatan kurang dari 1,5 Miliar per tahun, tidak memiliki tempat usaha yang menetap (seringkali mereka menyewa Office room atau SOHO) untuk mengembangkan bisnis mereka, produk yang ditawarkan berupa digital dalam bentuk aplikasi dan semua operasi yang dilakukan biasanya menggunakan website. Start-Up Company yang berkembang dan sukses di Indonesia contohnya seperti Ruang Guru, Gojek, Buka Lapak, Tokopedia, Traveloka dan sebagainya.

Generasi milenial yang sukses mendirikan start-up company adalah mereka yang berani untuk berinovasi dan memiliki daya tahan yang kuat dalam situasi yang menekan. Artinya mereka perlu memiliki banyak alternatif solusi untuk mengembangkan dan mempertahankan bisnis yang dibangun. Mereka perlu mengenal kebutuhan pasar yang selama ini belum terjawab, sehingga kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan memanfaatkan media elektronik yang saat ini berkembang sangat pesat.

Secrets-of-Successful-Startups-RevealedAspek penting yang perlu dipelajari untuk sukses dengan start-up company adalah :

  1. Melakukan seleksi tenaga ahli yang sesuai dengan kebutuhan, sehingga hanya individu dengan keahlian khusus untuk menggerakan bisnis perusahaan secara efektif. Tidak perlu mempekerjakan banyak orang.
  2. Menjadi founder yang cerdas, dalam arti tidak hanya sekedar mengenal kebutuhan pasar. Mereka perlu mengenal karyawannya, memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam memimpin, kemauan belajar yang kuat, pastinya membutuhkan pemahaman soal manajemen.
  3. Membangun jaringan atau networking yang kuat dengan memanfaatkan media sosial. Penjualan atau kegiatan promosi melalui media sosial tergolong murah dan sederhana, sehingga dapat dikenal dengan sangat cepat oleh masyarakat.
  4. Memiliki visi dan misi yang kuat, serta berani berinovasi. Hal ini merupakan dasar yang perlu dimiliki founder dalam membangun perusahaannya. Landasan yang kuat dan kemauan untuk terus belajar, akan membantu dalam mendapatkan berbagai alternatif solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Tentunya setelah memiliki aspek-aspek penting tersebut, Anda masih perlu mengembangkan diri dengan belajar banyak hal baru agar tetap dapat mengikuti perkembangan zaman yang bergerak dengan cepat. Pengembangan diri dapat dilakukan dengan mengikuti seminar atau pelatihan, baik terkait dengan pengembangan soft-skill atau pun hard-skill.

(By: Angeline Christy, M. Psi., Psikolog)

 

Referensi :

Advertisements