Wawancara Kompetensi : Behavioral Event Interview (BEI)

Salah satu metode wawancara yang efektif dalam mengukur kompetensi seseorang, terutama pada saat seleksi karyawan adalah dengan menggunakan Behavioral Event Interview (BEI). Metode ini bisa digunakan oleh siapa saja, tidak harus memiliki latar belakang psikologi sehingga sangat praktis. Untuk perbedaan pengukuran potensi dan kompetensi dapat dilihat pada artikel “Psikotes Mengukur Potensi atau Kompetensi ?”

BEI adalah teknik wawancara yang terstruktur dan bersifat menggali untuk mengumpulkan bukti tentang kompetensi seorang kandidat. Pewawancara perlu mencari data yang detail dari pengalaman masa lalu kandidat. Apa yang “telah” dilakukan oleh kandidat pada situasi tertentu, bukan apa yang “mungkin” dilakukan. Menggali apa yang dipikirkan dan dirasakan kandidat pada situasi tertentu di masa lampau. Prinsipnya adalah hal-hal yang pernah dilakukan merupakan bukti terbaik apakah seseorang memiliki kompetensi atau tidak. Jika kandidat memiliki kompetensi tertentu, maka kemungkinan besar ia sudah menunjukkannya di masa lampau.

Nah, bagaimana cara melakukan BEI ? Pertama kita ajukan pertanyaan yang bersifat umum, yang menggali pengalaman di masa lampau. Contoh : “Silakan ceritakan satu kejadian di masa lampau, dimana Anda merasa bangga dan puas atas kejadian tersebut.” Atau “Prestasi terbesar apa yang pernah anda raih dalam satu tahun terakhir ini?”

Setelah kandidat menjawabnya, anda bisa menggali dengan menggunakan akronim “FACT”

F  eeling : “Apa yang Anda rasakan saat itu ?”

A ction : “Apa yang Anda katakan & lakukan saat itu ?”

C  ontext : “Jelaskan situasinya, siapa yang terlibat, apa hasil kejadian itu ?” 

T  hinking : “Apa yang Anda pikirkan saat itu, apa yang Anda inginkan saat itu ?”                  

Atau kita bisa juga menggunakan akronim “STAR”

S  ituation : “Jelaskan situasinya, siapa yang terlibat ?”

T  ask : “Tugas / Aktivitas apa yang Anda harus lakukan saat itu ?”

A  ction : “Apa yang Anda katakan & lakukan saat itu ?”

R  esult : “Bagaimana peraaan Anda saat itu, Apa hasil kejadian itu ?”

Informasi yang didapatkan perlu kita klasifikasikan, mana yang mengandung kompetensi yang dicari (codable) dan mana yang tidak (non codable). Dari sinilah kita akan bisa mengukur kompetensi kandidat dan melihat mana kandidat yang paling memenuhi standar kompetensi perusahaan. Jangan lupa membuat dulu standar kompetensi untuk setiap jabatan ya, karena pasti berbeda-beda. Sudah punya kamus kompetensinya belum ? Alokasikan juga waktu yang cukup, karena BEI biasanya membutuhkan waktu sekitar 60-90 menit untuk bisa menggali kompetensi 1 orang kandidat.

Jika Anda masih bingung dan ingin mempelajari lebih lanjut mengenai BEI ini ataupun metode seleksi lainnya, silakan menghubungi Kayross Psikologi Utama. Kami memiliki kelas pembelajaran private, baik online maupun onsite dengan topik-topik yang dapat dipilih. Mari kita terus mengembangkan diri, agar bisa berkarya dengan seluas-luasnya.

(By Diana M. Sani, M.Psi, Psikolog, CMHA.)