Bipolar Disorder

APA ITU BIPOLAR DISORDER?

Istilah gangguan Bipolar mungkin saat ini sudah banyak terdengar, namun belum banyak yang benar-benar memahami artinya dan karakteristik individu dengan gangguan ini.

Gangguan Bipolar adalah kondisi mental yang ditandai dengan terjadinya periode manik dan depresi pada rentang waktu tertentu (APA, 2013). Kondisi ini dapat digolongkan sebagai kondisi gangguan mental yang serius. Umumnya individu dengan gangguan ini tidak menyadari bahwa dirinya mengalami gangguan bipolar, namun orang di sekitarnya akan merasa sangat terganggu dengan sikapnya, terutama ketika individu tersebut sedang mengalami periode manik.

BAGAIMANA MENGENALI GEJALA PERIODE MANIK DAN DEPRESI?

Episode manik (minimal terjadi selama 1 minggu penuh, minimal terpenuhi 3 gejala):

  • meningkatnya rasa harga diri (high self-esteem), hingga adanya delusi /waham kebesaran
  • hampir tidak butuh tidur
  • meningkatnya kecepatan berbicara dan memiliki banyak penekanan
  • perpindahan ide yang cepat dan melompat-lompat
  • sangat mudah terdistraksi
  • peningkatan energi, keaktifan dalam beraktivitas
  • merasa euphoria/sangat senang hingga dapat melakukan tindakan yang beresiko/membahayakan

Episode Depresi Mayor (minimal terjadi selama 2 minggu, minimal terpenuhi 4 gejala) :

  • terjadi perubahan nafsu makan, berat badan, waktu tidur (insomnia / hipersomnia), dan aktivitas psikomotor.
  • merasa kehilangan energi, sangat lelah, tidak ada tenaga 
  • merasa sangat sedih, bersalah, tidak berguna
  • kesulitan berpikir objektif, tidak bisa konsentrasi dan membuat keputusan
  • Berpikir untuk mati atau bunuh diri

Ada pula Mixed Episode yaitu  gabungan antara episode manik dan depresi dalam waktu yang bersamaan.

APA SAJA TIPE BIPOLAR?

Bipolar I

Ditandai dengan adanya minimal 1 atau lebih dari episode manik atau mixed (manik dan depresi), dan juga episode depresi mayor.

Bipolar II

Ditandai dengan adanya minimal 1 atau lebih dari episode depresif mayor yang panjang, dengan minimal ada 1 episode hipomanik. Episode Hipomanik adalah bentuk yang lebih rendah dari manik. Tidak ada episode manik, namun kemungkinan individu mengalami episode campuran (mixed episode).

Efek dari Bipolar II  tidak sebesar Bipolar I yang akan dapat sangat mengganggu fungsi kehidupannya. Namun, tetap dapat menyebabkan kesulitan atau masalah di tempat kerja, sekolah, dan hubungan sosial.

Cyclothymic

Ditandai dengan adanya depresi dalam tingkatan yang rendah, yang terjadi bersamaan dengan periode hipomanik.

Gejala ini minimal harus terjadi selama 2 th untuk orang dewasa, dan 1 th penuh untuk anak. Untuk orang dewasa dapat memiliki gejala normal (symptom-free periods) yang tidak lebih dari 2 bulan. Sedangkan anak-anak dan remaja memiliki symptom-free periods paling lama selama 1 bulan.

APA YANG MENYEBABKAN TAMPILNYA BIPOLAR DISORDER?

Pemicu terbesar disebabkan oleh genetik, seperti ketidaknormalan fungsi otak, ketidakstabilan neurotransmitter, serta kontribusi lain, seperti faktor lingkungan seperti trauma masa kecil atau kekerasan.

CARA MENGATASI EPISODE BIPOLAR?

  1. Terapi obat

Penstabil Mood (anti convulsant) seperti Lithium Carbonate, anti psychotic untuk mengontrol gejala delusi dan halusinasi, serta anti depressan. Konsumsi obat harus dibawah penanganan dan sesuai petunjuk dokter, karena obat untuk episode manik akan berbeda dengan episode depresi.

2. Terapi Psikologi

Psikoedukasi yaitu memberikan informasi penting mengenai Bipolar Disorder, seperti penyebab, gejala, dan pencegahan. Hal ini agar kita dapat menghindari pemicu dan mengenali bila episode bipolar mulai muncul.

Cognitive Behavioral Therapy yaitu terapi untuk membantu mengubah pikiran dan perilaku, agar dapat mengatasi masalah dan meminimalisir pemicu episode Bipolar.

Terapi keluarga yaitu untuk memperkuat hubungan keluarga, saling dukung, mendengarkan, agar kesehatan mental semakin baik.

3. Mengubah gaya hidup

Alkohol, rokok, kurang tidur, dan asupan makanan yang kurang sehat dapat memicu terjadinya episode bipolar. Untuk itu penting bagi kita membiasakan diri dengan tidur yang cukup dan teratur, makan sayur dan buah, yoga dan olahraga secara rutin, serta menghindari rokok dan alkohol.

Bipolar Disorder bukan suatu gangguan yang dapat disembuhkan, namun ia dapat diminimalisir efeknya. Terutama dengan pengobatan dan dukungan yang tepat, maka gejalanya dapat lebih dikontrol.

Seseorang hanya dapat mendeteksi gejala atau karakteristik yang dimiliki oleh individu dengan gangguan ini. Namun, hanya tenaga profesional, seperti dokter ahli kejiwaan dan psikolog klinis, yang dapat memberikan diagnosa kepada individu dengan gangguan tersebut. Segera hubungi psikiater atau psikolog terdekat untuk membantu teman atau kerabat yang memiliki gangguan Bipolar.

(By: S. R. Wahyuningtyas, M. Psi., Psi.)

SUMBER: