Manfaat Liburan Yang Sering Tidak Disadari

Saat kita mulai sibuk dengan rutinitas dan pekerjaan, tanpa disadari kita sering berpikir bahwa kita membutuhkan liburan. Baik itu berlibur dengan keluarga tercinta, dengan teman-teman terdekat atau berlibur sendirian agar punya waktu untuk “me time“. Keluar dari kesibukan dan berlibur memiliki banyak manfaat, baik secara fisik dan mental.

Secara umum, hampir semua orang tahu bahwa kegiatan liburan dapat menyegarkan pikiran kita yang lama terjebak dalam kesibukan. Tapi apa yang sebenarnya terjadi di dalam tubuh dan otak kita saat berlibur?

Berikut adalah rangkuman manfaat berlibur yang terdapat di situs kedokteran WebMD.com (2021) :


1. Membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih santai
Saat berlibur biasanya kita akan melakukan kegiatan yang menyenangkan atau yang kita sukai, sehingga kita tidak merasakan adanya tuntutan dari mana pun. Pikiran dan tubuh kita menjadi lebih santai, tidak tegang, sehingga situasi tersebut membantu kita untuk berpikir lebih jernih.

2. Meningkatkan kekuatan mental
Berkunjung ke tempat baru atau menjaga jarak dengan pekerjaan untuk sementara dapat memberikan kesempatan pada otak untuk beristirahat. Hal ini dapat membantu otak kita untuk bekerja lebih produktif saat kita harus kembali ke tugas-tugas kita. Oleh karena itu, pastikan kita tidak memikirkan pekerjaan saat berlibur.

3. Mengurangi gejala kecemasan dan depresi
Tentunya saat otak dan tubuh kita merasa santai, stres yang dirasakan akan berkurang. Saat kita merasa santai dan bahagia, tentu hormon kortisol yang dapat menyebabkan stres akan berkurang. Dengan berkurangnya tingkat stres yang dirasakan, otomatis kita akan jauh dari gejala cemas dan depresi.

4. Meningkatkan kreativitas
Melalui kegiatan berlibur kita dapat merasakan pengalaman baru. Berkunjung ke tempat baru, berkenalan dengan orang baru, mempelajari budaya dan bahasa baru, serta merasakan jenis makanan baru. Hal-hal tersebut membantu kita melihat dunia dengan pandangan yang baru dan meningkatkan daya kreativitas kita, terutama dalam memberikan solusi permasalahan.

Walau begitu, perlu diingat bahwa efek dari liburan untuk meningkatkan mood tidaklah permanen. Rasa kebahagiaan yang dirasakan setelah berlibur umumnya hanya berlangsung kurang lebih selama sebulan. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk membuat jadwal liburan secara teratur. Berlibur dan bepergian ke tempat baru beberapa kali dalam setahun dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental.

Satu hal lagi yang perlu diingat bahwa kegiatan berlibur ini bukan sebuah bentuk terapi psikologis yang dapat menyembuhkan kondisi emosi seseorang secara permanen. Apabila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami stres, gejala kecemasan atau depresi, segera hubungi Kayross Psikologi Utama untuk berkonsultasi dengan Psikolog yang profesional. Anda juga dapat memanfaatkan layanan konseling gratis dari Kayross di sini.

(by: Luisa Munster, M.Psi., Psikolog)

Sumber:
How travel affects mental health. 2021. Diunduh dari https://www.webmd.com/mental-health/how-travel-affects-mental-health#:~:text=Benefits%20of%20Travel,-Traveling%20to%20new&text=Traveling%20can%20improve%20your%20mental,your%20mind%20relax%20and%20heal.