Lima Bahasa Kasih

Bulan Februari selalu identik dengan bulan kasih sayang karena ada Valentine’s Day di tanggal 14 Februari. Umumnya kita akan berusaha mengungkapkan kasih sayang dengan cara yang lebih spesial pada hari itu. Ada yang memberikan cokelat, ada yang memberikan boneka, sampai ada juga yang menyiapkan makan malam mewah.

Tetapi apakah sudah tepat mengungkapkan kasih sayang dengan cara tersebut?

Pastinya semua manusia memiliki kebutuhan untuk dikasihi, diberikan perhatian, juga disayang. Namun, cara orang mendefinisikan kebahagiaanya saat mendapatkan perhatian dari individu lain tentu berbeda-beda.

Dr. Gary Chapman, seorang penulis buku terkenal asal Amerika, menjabarkan tentang Bahasa Kasih (Love Language) yang dimiliki pada tiap orang dalam bukunya berjudul “The 5 Love Languages”. Baik anak-anak hingga individu dewasa membutuhkan perhatian atau kasih dari orang lain sesuai dengan kebutuhan bahasa kasih individu tersebut.

Dengan memahami Bahasa Kasih yang dimiliki oleh orang lain, baik itu anak kepada orangtua, orangtua kepada anak, maupun kepada pasangan akan membangun komunikasi dan interaksi antar individu tersebut. Hal tersebut akan membantu saat menghadapi masalah baik dalam hubungan keluarga, teman maupun pasangan menjadi lebih ringan.

Berikut adalah kelima Bahasa Kasih tersebut :

1. Perkataan Positif (Words of Affirmation)

Mendapatkan kata-kata positif, motivasi, dukungan penuh dari orang lain merupakan suatu hal penting bagi individu dengan tipe ini dalam menjalani setiap aktivitas sehari-harinya. Sebagai contoh, anak yang bahasa kasihnya adalah perkataan positif akan senang jika dipuji orangtuanya. Jika dipuji, ia akan memiliki semangat lebih untuk menghadapi tantangan di sekolahnya. Ia pun lebih termotivasi bila orangtuanya merasa bangga kepada dirinya. Biasanya tipe individu ini merupakan individu yang juga murah hati untuk memberikan semangat kepada orang lain. Namun, pada sisi lainnya, individu ini juga rentan terhadap kata-kata yang dapat mematahkan semangat. 

2. Waktu Yang Berkualitas (Quality Time)

                Melakukan berbagai kegiatan bersama, baik antar pasangan, maupun anak  bersama orangtuanya, serta meluangkan waktu bersama yang berkualitas sangat dibutuhkan tipe individu ini. Misalnya, menikmati waktu berpiknik, menonton bersama, membersihkan rumah bersama-sama dan kegiatan lainnya yang dilakukan guna menciptakan momen spesial.

3. Sentuhan (Physical Touch)

Individu dengan tipe ini membutuhkan sentuhan fisik, seperti misalnya pelukan, belaian atau berpegangan tangan. Bagi mereka, sentuhan fisik dapat berbicara lebih ‘dalam’. Tentu saja yang dimaksud sentuhan fisik ini adalah sentuhan yang sopan dan tepat pada waktunya. Seperti misalnya, anak-anak seringkali akan merasa nyaman dan damai ketika orang tua mengusap-usap rambutnya atau diberikan pelukan sebagai tanda kasih sayang serta penerimaan mereka.

4. Pelayanan (Act of Service)

Memberikan pelayanan ataupun mendapatkan pelayanan, menjadi hal penting bagi individu dengan tipe ini. Mereka tidak terlalu membutuhkan kata-kata maupun sentuhan, melainkan tindakan nyata. Prinsip individu dengan tipe bahasa ini “Action speaks louder than words”. Mereka adalah tipe orang yang murah hati dalam memberikan pertolongan dan peka terhadap kebutuhan orang lain. Contoh tindakan pelayanan misalnya menyiapkan sarapan khusus untuk anak atau pasangan, mengantar ke sekolah atau tempat kerja, dsb.

5. Hadiah (Gifts)

Memberikan hadiah menjadi salah satu cara mengekspresikan kasih yang umum dipahami banyak orang. Individu dengan tipe ini akan merasa lebih disayang saat mendapatkan hadiah dari orang lain. Sama halnya saat ia memberikan hadiah, ia akan cenderung lebih memikirkan jenis hadiah yang tepat untuk diberikan kepada orang yang dikasihinya, daripada memikirkan biaya yang perlu dikeluarkan untuk menyiapkan hadiah tersebut. Walaupun senang mendapatkan hadiah, individu yang dominan dengan bahasa cinta ini bukan berarti materialistis. Hadiah kecil pun bisa dianggap bermakna baginya, karena ia menganggap orang lain mengingat dirinya dan menunjukkan perhatian lewat hadiah tersebut. 

Perlu diketahui juga bahwa Bahasa Kasih pada setiap individu tidak hanya satu. Setiap individu memiliki kelima Bahasa Kasih tersebut, namun porsinya berbeda-beda dan dapat juga berubah seiring berjalannya waktu, kebutuhan, maupun situasi yang dialami setiap orang. Misalkan, saat masih remaja memiliki bahasa Kasih yang dominan adalah Hadiah, namun saat beranjak dewasa dan telah memiliki anak, bahasa kasih yang dominan dapat berubah menjadi Waktu Yang Berkualitas.

Apa manfaatnya mengetahui Bahasa Kasih?

Saat Anda mengenal Bahasa Kasih yang dimiliki, Anda akan belajar cara menghargai diri sendiri. Bahasa kasih tidak hanya penting untuk mengenal kebutuhan diri sendiri, tetapi hal ini dapat membantu Anda menjalin relasi yang lebih baik dengan orang lain, pasangan atau anggota keluarga lainnya. Terutama pada masa pandemi ini, kita lebih sering bertemu dengan  anggota keluarga di rumah. Memahami kebutuhan Bahasa Kasih setiap anggota keluarga tentu dapat meminimalisir terjadinya konflik atau pertengkaran.

Jika Anda ingin mengetahui lebih dalam tentang Bahasa Kasih Anda dan keluarga, silakan hubungi Kayross Psikologi Utama. Psikolog kami siap untuk membantu Anda.

Yuk, mari kita sebarkan kasih kepada diri sendiri dan orang yang kita sayangi!

(By: Angeline Christy, M. Psi., Psikolog.)