Kepemimpinan Yang Efektif Dalam Masa Pandemi

Sejak mewabahnya Corona Virus Disease yang muncul sejak tahun 2019  (COVID-19), maka kehidupan masyarakat di seluruh dunia pun berubah. Di Indonesia sendiri sejak Maret 2020, banyak industri dan organisasi lainnya yang mulai berkegiatan dari rumah. Setiap individu dipaksa untuk mulai belajar memanfaatkan teknologi digital dalam melaksanakan aktivitasnya. Mulai dari bekerja, belajar, hingga beribadah. Krisis kesehatan ini pun berlanjut dengan krisis ekonomi. Hampir semua negara mengalami resesi, banyak industri dan organisasi lainnya yang tidak mampu bertahan dalam masa pandemi ini.

Dalam situasi krisis seperti ini, gaya kepemimpinan dalam organisasi menjadi sangat penting terhadap kelangsungan hidup organisasinya. Selain itu, pendapatan yang berkurang membuat organisasi perlu bekerja lebih keras dan lebih kreatif dari biasanya agar dapat memperoleh keuntungan. Budaya organisasi pun harus menjadi lebih fleksibel dengan kemungkinan bekerja atau beraktivitas dari rumah dengan memanfaatkan berbagai teknologi digital.

Organisasi membutuhkan gaya kepemimpinan transformasional, yang mampu mengubah perilaku bawahan, agar bawahan dapat melakukan kinerja yang melebihi target atau harapan pemimpin (performance beyond expectations). Dengan banyaknya perubahan dan adaptasi yang harus dilakukan di masa pandemi ini, maka semua anggota organisasi harus mau berubah. Organisasi dituntut untuk semakin terbuka dengan perubahan, semakin kreatif dan inovatif, serta semakin maju dalam perkembangan tekonologi digital.

Bass bersama B.J. Avolio (1994) dalam buku Improving Organizational Effectiveness through Transformational Leadership menyatakan bahwa dalam kepemimpinan transformasional dilakukan satu atau lebih dari “4I”, yaitu :

  • Idealized Influence
    • Pemimpin bertindak sebagai role-model atau panutan. Pemimpin perlu menumbuhkan kepercayaan dan rasa hormat di antara para pengikutnya.
  • Inspirational Motivation
    • Pemimpin menekankan perlunya visi, baik perorangan, kelompok atau pun organisasi. Untuk menghadapi perubahan, perlu adanya kesediaan tiap individu untuk berpikir positif dan mau berubah ke arah yang lebih baik.
  • Intellectual Stimulation
    • Pemimpin menstimulasi pengikutnya agar kreatif dan inovatif. Dalam pengambilan keputusan, pemimpin transformasional dituntut bersikap lebih proaktif, fleksibel, mau mencari informasi, berani mengubah suatu keputusan, dan dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang lebih luas, serta melihat dampaknya dalam jangka panjang.
  • Individualized Consideration
    • Pemimpin mengembangkan individu dengan menciptakan lingkungan yang mendukung. Ditekankan pentingnya pelaksanaan delegasi, konseling dan mentoring untuk bisa mengembangkan setiap individu secara optimal. Individu diharapkan untuk dapat bertanggung jawab untuk berkembang sesuai perubahan yang ada.

Keempat hal di atas bukanlah sesuatu yang berurutan, melainkan sejajar, sama pentingnya dan saling berkaitan, sehingga bisa dimulai dari hal mana saja terlebih dahulu. Organisasi yang dapat menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat di masa pandemi ini, akan bisa bertahan dan bahkan bisa memiliki performance yang semakin meningkat.

(By: Diana M. Sani, M.Psi, Psikolog)

Referensi:

– Yukl, Gary, 2015. Kepemimpinan dalam Organisasi (edisi 7). Jakarta: Indeks.

– Wahyu, Ellyn Eka, et. al., 2020. Urgensi Kepemimpinan Transformasional dan Kecerdasan Emosional Pada Perusahaan Dalam Merespons Pandemi Covid-19. Conference Paper: Seminar Nasional Gabungan Bidang Sosial-Polinema 2020, diunduh dari https://www.researchgate.net/publication/344377473_Urgensi_Kepemimpinan_Transformasional_dan_Kecerdasan_Emosional_Pada_Perusahaan_Dalam_Merespons_Pandemi_Covid-19