Melatih Kemandirian Anak Sejak Usia Dini

Kemandirian adalah suatu sikap yang ditunjukkan seseorang untuk berpikir dan beraktivitas dengan dorongan dari dalam diri sendiri tanpa bantuan orang lain.

Kemandirian dapat berkembang dengan baik jika mendapatkan arahan yang benar sejak usia dini. Lingkungan keluarga sangat mempengaruhi perkembangan kemandirian anak dan hal ini memiliki dampak yang signifikan saat ia beranjak dewasa. Banyak orangtua menginginkan anaknya bisa mandiri, namun tanpa sadar melakukan kebiasaan yang justru tidak mengembangkan kemandirian anak.

Orangtua yang memanjakan anak, akan membentuk anak yang bergantung dengan orang lain, kurang mampu untuk memecahkan masalahnya sendiri, dan tidak bertanggung jawab pada diri sendiri. Hal ini dapat terlihat pada tingkah laku anak saat memasuki masa sekolah.

  • Apakah anak siap untuk masuk sekolah tanpa pendampingan orangtua ?
  • Apakah ia siap mengatasi masalah yang akan ditemuinya ?
  • Apakah ia dapat bangun, makan, mandi dan mengenakan sepatu sendiri ?
  • Apakah ia berani bertemu dan menyapa teman-teman baru ?

Mendidik anak untuk menjadi mandiri sejak dini memang memerlukan metode yang tepat. Orangtua perlu terus belajar dan tidak mengenal lelah saat mengajarkan kemandirian pada anaknya. Hal yang seringkali menjadi hambatan adalah kekhawatiran orangtua. Biasanya hal ini terjadi karena rasa kasih sayang yang besar dari orangtua terhadap anaknya secara berlebihan, sehingga ada perasaan takut dari orangtua jika anaknya mengalami kegagalan.

Jadi, apa yang perlu dilakukan oleh orangtua?

  1. Orangtua bertugas melihat kesiapan anak untuk sekolah. Lakukan tes kesiapan masuk sekolah terhadap anak. Melalui tes ini, orangtua dapat mengetahui potensi anak, perkembangan kemandirian anak dan kesiapan anak untuk menghadapi pelajaran dan lingkungan sekolah yang baru.
  2. Pilihlah lingkungan yang aman bagi anak. Bekali anak dengan kemampuan untuk menghadapi berbagai situasi sosial. Biasakan anak untuk menceritakan aktivitasnya sehari-hari dan ajak anak berdiskusi apakah tindakannya sudah betul atau perlu diperbaiki. Jangan berinisiatif untuk memperbaiki kesalahan anak, biarkan ia memperbaiki kesalahannya sendiri dengan bimbingan orangtua.
  3. Orangtua perlu memahami, jika anak terbiasa dibantu, maka ia tidak terlatih untuk bisa menghadapi masalahnya sendiri. Anak perlu mendapatkan masalah-masalah kecil dalam hidupnya, sehingga ia akan belajar untuk bisa menghadapi setiap masalah dalam kehidupannya kelak. Anak pun perlu merasakan kegagalan-kegagalan kecil dalam hidupnya, agar ia siap mental untuk menghadapi kehidupan yang tidak selalu berjalan mulus.

Percayalah, semuanya perlu dilatih dari sejak usia dini. Jika sejak kecil sang anak mampu mandiri, maka ia tidak mudah menyerah saat menghadapi hambatan dan akan memiliki daya juang untuk meraih kesuksesan dalam hidupnya kelak. (by : Angeline Christy, M.Psi, Psikolog)

Advertisements