Meningkatkan Prestasi Dengan Gaya Belajar

Anda sering menemui anak yang sering mengantuk atau tidak konsentrasi saat mendengarkan penjelasan guru di kelas? 

Salah satu penyebab sulitnya anak berkonsentrasi di kelas adalah tidak sesuainya gaya belajar yang dimiliki dengan metode ajar yang ada di kelas.

Gaya belajar itu apa sih?  

Gaya belajar adalah cara yang konsisten yang dilakukan oleh seseorang dalam menangkap informasi, cara mengingat, berpikir, serta memecahkan soal pada proses pembelajaran (Nasution, 2011). Gaya belajar merupakan hal yang penting agar proses belajar bisa jadi menyenangkan dan hasilnya pun maksimal. Sehingga dapat dikatakan bahwa gaya belajar merupakan salah satu kunci sukses untuk mengembangkan prestasi dalam belajar. Hal ini bisa diterapkan dalam teknik memperoleh pengetahuan atau informasi secara individu atau dalam dunia kerja sekalipun

Lalu apa saja yang dapat memengaruhi gaya belajar? 

Menurut Kolb (dalam Cherry, 2020), gaya belajar individu muncul karena genetika, pengalaman hidup, dan tuntutan lingkungan kita saat ini. Oleh karena itu, orang tua juga perlu mengevaluasi bagaimana gaya belajarnya sendiri untuk mengetahui gaya belajar anak. Pengalaman hidup individu selama proses belajar, baik di lingkungan rumah maupun sekolah, juga dapat membentuk gaya belajar yang sesuai dengan individu.

Berikut adalah tipe gaya belajar:

A. Gaya Belajar Visual 

Seseorang dengan gaya belajar visual biasanya belajar melalui melihat, memandangi, mengamati, dan sejenisnya. Lebih tepatnya, gaya belajar visual adalah belajar dengan melihat sesuatu, baik berupa gambar atau diagram, pertunjukan, peragaan atau video. Biasanya, mereka akan lebih menyukai belajar ataupun menerima informasi dengan melihat atau membaca. Setelah melihat atau membaca, orang-orang ini akan lebih mudah dan cepat dalam mencerna serta mengolah informasi baru yang diterima.

Cirinya:

  • Bicara agak cepat.
  • Mementingkan penampilan dalam berpakaian atau presentasi.
  • Tidak mudah terganggu oleh keributan.
  • Mengingat yang dilihat daripada yang didengar.
  • Lebih suka membaca daripada dibacakan.
  • Pembaca cepat dan tekun.

B. Gaya Belajar Auditori

Berbeda dengan visual, seseorang dengan gaya belajar auditori belajar dengan mengedepankan indera pendengar. Belajar melalui mendengar sesuatu, bisa dengan mendengarkan rekaman audio, kuliah-ceramah, diskusi, debat, dan instruksi (perintah) verbal. Orang-orang dengan gaya belajar auditorial lebih mudah mencerna, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan jalan mendengarkan secara langsung. Mereka cenderung belajar atau menerima informasi dengan mendengarkan atau secara lisan

Cirinya:

  • Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri.
  • Mudah terganggu oleh keributan.
  • Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat.
  • Senang membaca dengan keras dan mendengarkan.
  • Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan dibuku ketika membaca.

C. Gaya Belajar Kinestetik

Gaya belajar yang lainnya adalah kinestetik. Anak dengan gaya belajar ini belajar melalui aktivitas fisik dan keterlibatan langsung, yang bisa berupa “menangani”, bergerak, menyentuh, dan merasakan/mengalami sendiri. Seseorang yang memiliki kecenderungan belajar dengan tipe kinestetik lebih menyukai belajar atau menerima informasi melalui gerakan atau sentuhan. Mereka akan lebih mudah menangkap pelajaran apabila mereka bergerak, meraba, atau mengambil Tindakan. 

Cirinya:

  • Berbicara perlahan.
  • Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan.
  • Belajar melalui memanipulasi dan praktik.
  • Menghafal dengan cara berjalan dan melihat.
  • Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca.

Dengan gaya belajar yang berbeda maka strategi belajar pun perlu berbeda agar efektifnya.

Mau tahu lebih lanjut strategi dan kiat khusus dalam belajar untuk meningkatkan prestasi sesuai gaya belajar? Yuk, nonton video pembelajarannya dengan klik link berikut ini https://kayrossconsulting.com/c-parenting-pendidikan/

(Oleh : Annisya Sekar Suryati, M.Psi, Psikolog)

Sumber: 

Cherry, K. (2020). How David Kolb’s theory of learning Styles differs From Carl Jung’s. Verywell Mind. Diunduh 16 September 2021, dari https://www.verywellmind.com/kolbs-learning-styles-2795155.

Nasution. (2011). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.  

Yunsirno. (2012). Keajaiban Belajar. Pontianak: Jenius Publishing.