Kayross Psikologi kembali melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) melalui program “Amazing Day”. Kegiatan ini dilaksanakan di Yayasan Sayap Ibu Bintaro, sebuah yayasan yang menaungi anak-anak dengan berbagai kebutuhan khusus. Menariknya, kegiatan kali ini dibuat dan diikuti oleh peserta remaja pendidikan SMA, selain ada juga peserta dengan usia dewasa. Kehadiran generasi muda dalam kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang berharga untuk menumbuhkan empati, kepedulian sosial, serta pemahaman yang lebih luas mengenai keberagaman kondisi manusia.

Kegiatan diawali dengan sesi edukasi mengenai disabilitas mental, dilanjutkan dengan berkeliling untuk mengenal lebih dekat lingkungan dan fasilitas di Yayasan Sayap Ibu. Selama berkeliling, para peserta juga berkesempatan untuk berbincang dan berinteraksi langsung dengan anak-anak di sana. Setelah itu, dilanjutkan dengan aktivitas menggambar dan mewarnai bersama dengan anak-anak sambil berbincang-bincang. Momen sederhana tersebut menghadirkan suasana yang hangat dan memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai keseharian mereka.

Sepanjang rangkaian kegiatan, anak-anak di Yayasan Sayap Ibu senantiasa hadir dan menemani setiap momen kebersamaan. Interaksi tersebut menjadi pengingat bahwa terlepas dari kondisi dan kebutuhan khusus yang dimiliki, mereka tetaplah individu yang memiliki perasaan, emosi, dan cara tersendiri dalam mengekspresikannya. Respons yang ditunjukkan mungkin berbeda dari kebanyakan orang, namun di balik perbedaan tersebut tersimpan ketulusan dan kehangatan yang begitu besar.

Banyak di antara mereka yang menunjukkan perhatian dan kasih sayang melalui cara-cara sederhana, seperti antusias dalam berbincang, memberikan senyum yang hangat, dan bahkan menggenggam tangan dengan peserta saat berkeliling. Hal-hal kecil tersebut justru meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Di tengah segala keterbatasan yang mereka miliki, mereka tetap mampu memberikan yang terbaik dan bersyukur. Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan dan ketulusan tidak ditentukan oleh kondisi seseorang, melainkan oleh cara seseorang hadir dan memperlakukan orang lain.

Lebih dari sekadar kegiatan sosial, kunjungan ini menjadi pembelajaran yang bermakna tentang empati dan kemanusiaan. Kami datang dengan harapan untuk berbagi kebahagiaan, namun pulang dengan membawa lebih banyak pelajaran, rasa syukur, dan pemahaman baru tentang arti kepedulian serta kehangatan yang dapat tumbuh dari pertemuan sederhana.
Melalui kegiatan ini, Kayross Psikologi berharap semakin banyak generasi muda yang tergerak untuk membangun kepedulian dan membuka ruang bagi empati dalam kehidupan sehari-hari. Karena pada akhirnya, setiap anak berhak merasakan kasih sayang, perhatian, dan kesempatan untuk tumbuh di lingkungan yang menerima mereka apa adanya. Sampai jumpa di “Amazing Day” selanjutnya!
